Pembekalan KKN Unitas Dibuka
Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi dibuka pada Selasa, 14 Juli 2026, di Aula Universitas Islam Tasikmalaya. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa peserta KKN, perwakilan sivitas akademika Unitas, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al Ayubi, serta para camat dari kecamatan yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN.
Mahasiswa KKN akan melaksanakan pengabdian masyarakat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Rajapolah, Kecamatan Sukaresik, dan Kecamatan Jamanis. Di Kecamatan Rajapolah, lokasi KKN meliputi Desa Rajamandala, Sukanagalih, Sukaraja, Mangunjaya, dan Mangunsari. Di Kecamatan Sukaresik, mahasiswa ditempatkan di Desa Sukapancar, Tanjungsari, Cipondok, Sukaresik, Sukamenak, dan Banjarsari. Sementara di Kecamatan Jamanis, KKN dilaksanakan di Desa Geresik, Karangresik, Karangsembung, Karangmulya, Bojonggaok, dan Condong.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unitas, Dr. Dede Aji Mardani, menyampaikan bahwa sebagai kampus Islam, mahasiswa diharapkan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam selama menjalankan KKN. Ia menjelaskan bahwa KKN merupakan bagian dari proses perkuliahan dengan bobot 4 SKS yang dilaksanakan langsung di lapangan. Mahasiswa diharapkan memberikan kontribusi nonfinansial berupa tenaga, pemikiran, dan semangat kepada masyarakat. Selain itu, tema ekologi yang diusung diharapkan mendorong mahasiswa berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan di desa.
Rektor Universitas Islam Tasikmalaya, Dr. Ade Zaenul, mengatakan bahwa KKN merupakan bagian dari kurikulum yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa secara historis Unitas lahir di Kabupaten Tasikmalaya dan sebagian besar mahasiswanya berasal dari daerah tersebut. Oleh karena itu, pelaksanaan KKN dipusatkan di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam kesempatan itu, Rektor secara simbolis menyerahkan mahasiswa KKN kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk diterima dan dibimbing selama menjalankan pengabdian.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi menjadi wadah untuk memadukan teori dengan praktik di masyarakat. Dengan mengusung tema Integrasi Sosial, Keagamaan, dan Ekologi untuk Kehidupan Berkelanjutan, ia mengajak mahasiswa membangun kedisiplinan, semangat kerja, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan seperti menanam pohon, menjaga kebersihan, serta menciptakan posko dan desa yang tertib, indah, dan bersih. Ia juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menerima mahasiswa KKN dengan tangan terbuka dan selanjutnya menyerahkan mereka kepada para camat di tiga kecamatan lokasi KKN untuk berkolaborasi bersama masyarakat. Kegiatan pembukaan diakhiri dengan penyematan jas KKN kepada perwakilan mahasiswa sebagai tanda dimulainya pelaksanaan KKN.
@Rowikarim.