WISUDA UNITAS KE-48 DALAM REFLEKSI RABIUL AKHIR: MENGAMALKAN ILMU, MENEBAR MANFAAT, MEMBANGUN PERADABAN
Bulan Rabiul Akhir merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang sering luput dari perhatian umat Islam dibandingkan bulan-bulan mulia lainnya seperti Ramadan, Dzulhijjah, atau Muharram. Padahal, setiap perjalanan waktu yang Allah SWT tetapkan senantiasa mengandung hikmah dan pelajaran. Rabiul Akhir mengajarkan kepada kita bahwa setiap waktu adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan amal, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Makna tersebut sangat relevan dengan momentum Wisuda Sarjana (S1) dan Magister (S2) Universitas Islam Tasikmalaya (UNITAS) ke-48 Tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada tgl 07 Oktober 2026. Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Gelar akademik yang diperoleh bukan sekadar simbol keberhasilan intelektual, tetapi amanah untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan nyata. ketika toga dikenakan dan gelar akademik disematkan, yang pertama patut terucap adalah Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Semua pencapaian ini bukan semata karena kekuatan kita, tetapi karena pertolongan dan kasih sayang Allah SWT, doa orang tua, keluarga, serta kebaikan para guru dan sahabat.
“Sekilas mengupas perjalanan para mahasiswa yang telah dilalui di UNITAS. Dahulu kita datang melalui Pengenalan kampus dan matrikulasi, membawa harapan, impian, sekaligus ketidakpastian tentang perjalanan yang akan ditempuh. Hari-hari kemudian dipenuhi perkuliahan, tugas, diskusi, ujian, serta berbagai pengalaman seminar-seminar, KKN, PPL, pengabdian kepada masyarakat, ujian komprehensif, bimbingan karya ilmiah, hingga akhirnya sidang munaqosah dan yudisium. Kita dipertemukan dengan dosen yang beragam karakter tegas, disiplin, lembut, inspiratif serta teman-teman yang menghadirkan tawa, dukungan, dan cerita yang tak terlupakan”.
Mungkin kelak yang paling kita rindukan bukan hanya ruang kelas dan suasana kampus, melainkan kebersamaan yang dahulu terasa sederhana. Maka, mari kita tutup perjalanan ini dengan syukur, bukan kesombongan; doa, bukan kepuasan; dan tekad, bukan sekadar perayaan.
Para wisudawan hendaknya menjadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai cahaya yang menerangi masyarakat. Sebagaimana perjalanan waktu terus bergerak, kehidupan setelah wisuda juga akan menghadirkan tantangan, peluang, dan tanggung jawab baru. Karena itu, jangan berhenti belajar, jangan berhenti berkarya, dan jangan berhenti berbuat baik.
Pelajaran yang dapat kita ambil di bulan Rabiul Akhir ini adalah pentingnya menghargai waktu dan mengisinya dengan amal yang bermakna. Bagi keluarga besar UNITAS, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui semangat “Wahyu, Ilmu, dan Peradaban”: mengembangkan ilmu yang berlandaskan nilai wahyu, kemudian mengamalkannya untuk membangun peradaban yang berakhlak, berkeadaban, dan bermanfaat.
Selamat kepada para wisudawan Sarjana dan Magister UNITAS ke-48. Jadikan kelulusan sebagai titik tolak untuk mengabdi, bukan titik akhir untuk berhenti belajar. Semoga ilmu menjadi amal, gelar menjadi amanah, dan setiap langkah menjadi jalan menuju kebermanfaatan serta ridha Allah SWT.
Ya Allah, berkahilah ilmu yang telah kami peroleh. Jadikan ilmu itu ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, dan jalan pengabdian kepada-Mu.
Hasbunallah wanimal wakil
Oleh Rifyal Luthfi MR.